Sebuah Akhir

Terdapat suatu kalimat yang dikutip dari game Final Fantasy IX, yang jika diterjemahkan, akan berbunyi, “yang paling pasti mengenai masa depan, adalah ketidak pastiaannya”. Kalimat tersebut ada benarnya juga, tidak ada seorangpun yang mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi dimasa depan. Namun pada jalan hidup setiap manusia, seberapa tidak pastinya masa depan, pasti kita akan mengalami yang namanya kematian.

Kematian, suatu misteri dalam hidup, namun juga merupakan suatu kepastian. Cepat atau lambat, kematian pasti datang, dan jika telah datang, baik tua ataupun muda, baik atau jahat, laki – laki atau perempuan, kaya atau miskin, tidak akan luput darinya. Jika telah datang, kematian tidak akan perduli apakah orang yang dijemputnya siap atau tidak menyonsong kematiannya, tidak ada toleransi, tidak ada keterlambatan, jika saatnya telah tiba. Dan bila itu terjadi, bagi manusia yang didatangi, berakhirlah semua hal yang berhubungan dengan dunia ini bagi dia, kegiatan - kegiatannya, rencana – rencananya, hartanya, kebahagiannya, kesedihannya, kebanggaannya, mimpi – mimpi serta harapannya, dll.

Apa yang terbentang dihadapan manusia setelah kematian adalah misteri juga, secara tidak seorangpun yang mengetahuinya dengan pasti. Oleh karena itu, dan ditambah dengan alasan – alasan lain yang mungkin lebih kuat, banyak manusia yang memiliki ketakutan terhadap kematian.

Mungkin perihal ketakutan dapat dianalogikan seperti ketakutan saat akan menunggu hasil SPMB, yang mana setiap siswa merasakan ketidakpastian pada dirinya apakah akan diterima ditempat yang diinginkan atau tidak. Namun tentunya tidak setiap siswa gelisah, ada beberapa siswa yang dapat dengan tenang menunggu, biasanya siwa – siswa yang demikian itu adalah siswa yang telah melakukan persiapan dengan sungguh - sungguh dan mengerjakan dengan sebaik - baiknya.

Begitu juga dengan perihal kematian, terdapat manusia – manusia yang tidak takut jika didatanginya karena dia telah melakukan persiapan menyongsongnya, yang tentunya persiapan menghadapi kematian jauh lebih sulit dibanding analogi diatas karena tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan datangnya kematian pada dirinya.

Terkadang dalam suatu kondisi yang santai, mungkin terlintas pertanyaan, “apakah hidup untuk uang atau uang untuk hidup?”, “apakah hidup untuk makan atau makan untuk hidup?”. Bila terdapat pertanyaan seperti itu, bisa juga kalimatnya diubah menjadi: “apakah hidup untuk mati atau mati untuk hidup?” bila dilihat dari dua pertanyaan sebelumnya, tentu lebih baik pilihan “uang untuk hidup” dan “makan untuk hidup”, akan tetapi, apakah pilihan “mati untuk hidup” lebih baik daripada “hidup untuk mati”? hal ini terserah pandangan sahabat masing – masing, asalkan sahabat mempunyai pendapat yang sudah sahabat pikirkan dengan matang. Dan semoga kita semua sudah siap jika tiba waktunya kematian menghampiri.

One Response to “Sebuah Akhir”

  1. Brahmasta Says:

    Hidup itu.. untuk berkarya sebanyak2nya!

Leave a Reply