Urusan

urusan, suatu kata yang seringkali diucapkan, biasanya merepresentasikan suatu hal yang harus dilakukan oleh seseorang. Entah seseorang itu merasa urusannya adalah kewajiban, keharusan, ketidakharusan, kesenangan atau apapun, yang jelas seseorang itu ingin urusannya terselesaikan.

dalam rangka menyelesaikannya itu, seringkali seseorang mendalami, menyelami dan menghayati urusan yang sedang ia kerjakan. Dengan semampunya ia kerjakan, dengan sekuat tenaga ia usahakan, dan yang ia inginkan bukan hanya terselesaikannya urusan tersebut, akan tetapi proses penyelesaiannya yang dilakukan dengan benar. seseorang yang seperti itu,  bisa dikatakan seseorang yang idealis dilihat dari suatu sudut pandang.

ada juga seseorang yang membutuhkan orang lain untuk menyelesaikan urusannya. mungkin dia tidak mampu atau tidak mau untuk menyelesaikannya sendirian. yang manapun dari keduanya, seseorang tersebut sebenarnya adalah orang yang mengerti hakikat makhluk sosial, meskipun terkadang terlihat tidak baik.

ada juga seseorang yang selalu melemparkan urusannya untuk dikerjakan orang lain. sekilas, seseorang ini tampak seperti orang yang malas, namun anehnya, justru seseorang seperti inilah yang paling banyak, bahkan terbit suatu buku legendaris oleh adam smith yang membicarakan bagaimana cara melempar suatu urusan yang jitu agar dapat memajukan suatu negara. bisa dibilang, seseorang inilah yang membangun peradaban, memajukan umat manusia.

urusan, entah apapun itu, akan berhubungan dengan minimal 1 orang, yaitu seseorang yang memang memiliki urusan tersebut. tentunya yang berhubungan dengan orang lain lebih banyak daripada yang tidak, sehingga terkadang, bagaimana proses pelaksanaannya, yang penting adalah hasilnya yang baik.

dan yang paling pasti, urusan tidak akan pernah berakhir. setidaknya selama seseorang itu masih hidup. sesulit apapun urusan yang sedang dilakukan, seseorang tetap mendapat kabar baik, yaitu kabar bahwasanya ia masih hidup.

Leave a Reply