Jika ia bersedia menjadi milikku
Monday, March 19th, 2007 Jika ia bersedia menjadi milikku,
akan kujadikan cita - citanya menjadi kewajibanku. akan kubantu sepenuh hati agar ia mampu mencapainya, meski berarti mengorbankan diri sendiri. Asalkan ia tahu, sudah cukup bagiku. karena membahagiakannya adalah impianku yang paling ingin aku wujudkan
Jika ia bersedia menjadi milikku,
akan kuberikan seluruh kesetiaan ku. akan kubuat bagiku seolah olah tidak ada wanita lain selain dia di dunia ini. akan kucegah mata ini untuk melirik wanita lain, dan akan kucegah hati ini untuk mengingat yang lain.
Jika ia bersedia menjadi milikku,
akan aku temani dalam suka dan duka. akan kudatangi dia ketika aku bahagia, dan akan kucari dukungannya ketika aku menderita, karena bahagiaku adalah melihat dia bahagia, dan kekuatanku adalah dukungan darinya.
Jika ia bersedia menjadi milikku,
akan aku semangati dia untuk menjadi manusia yang lebih baik, manusia yang berguna bagi orang lain, karena sebaiknya baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. hal ini semata - mata karena aku ingin menjadikannya yang terbaik, bagi dunia maupun sang maha pencipta, karena dia telah menjadi yang terbaik bagiku.
jika ia bersedia menjadi milikku,
akan aku berikan kebebasan yang bertanggung jawab dalam berhubungan denganku. akan kuberi ruang yang luas agar ia dapat mengekspresikan dirinya sekehendaknya, namun cukup sempit agar ia tidak lepas dari tanggung jawabnya. karena wanita bagaikan pasir, jika terlalu keras atau terlalu longgar digeggam, akan hilang terbawa angin.
Jika ia bersedia menjadi milikku,
akan kujaga ia dari hal - hal yang akan merusaknya, akan kulindungi ia dari hal - hal yang membahayakannya, akan kulakukan semampuku, sebaik baiknya aku bisa. karena bagiku, hanya dialah pengisi kekosongan hati, tanpanya, hidupku tidak berputar.
Jika ia bersedia menjadi milikku,
tiada urusan pribadiku yang lebih penting dari dirinya. memenuhi kebutuhannya adalah tujuan utama dari semua usaha duniawi yang aku lakukan.
Jika ia bersedia menjadi milikku,
akan kularang dia menjaga makanannya, jika hal itu hanya akan membuatnya sengasara hanya untuk menjaga penampilan. penampilannya tak penting bagitu, bahagiaku adalah karena jiwa dan hatinya mau menerimaku apa adanya diriku, sehingga apa adanya dirinya adalah yang terbaik bagiku.
Jika ia bersedia menjadi milikku,
Dunia ini akan menjadi lautan air mataku. karena haru yang terasa didada, dan bahagia yang terasa dijiwa, membuatku mampu menghasilkan dan mengeluarkan air mata bahagia karena ia bersedia menjadi milikku.
akan tetapi ia tidak bersedia menjadi milikku,
sehingga aku hanya bisa berdoa, agar pria yang bersamanya menempatkannya lebih tinggi dari tempatnya dihatiku, meninggikannya lebih tinggi dari tingginya ia bagiku, dan agar aku dapat tetap tulus mencintainya, karena bahagianya lebih utama dari bahagiaku…